Kamis, 30 Oktober 2008

Makan Korban


Awal mula kita mengemas media ini sungguh mengalami kesulitan. Terutama menentukan rubrik-rubrik yang akan mengisi majalah ini.
Bahan liputan dari tema yang ditentukan sudah terpenuhi semua. Namun yang jadi persoalan, pada rubrik mana kita akan tempatkan tulisan-tulisan ini.
Sementara dalam rapat redaksi belum diputuskan penetapan nama rubrik berdasarkan jenis tulisan, isi dan narasumber. Rapat redaksi lebih didominasi bahasan tentang kapan akan terbit, jumlah halaman yang pas, serta anggaran yang disediakan per terbitan.
Beberapa redaksi mengalami tekanan yang luar biasa. Banyak tulisan dan bahan untuk mengisi majalah tapi bingung untuk menempatkannya.
Sebagian redaksi mengalami demam panggung gara-gara hal itu . Mereka kurang “pede” melihat hasil tulisannya. Apakah ini sudah layak dimuat atau tidak, menjadi headline, pelengkap dan sebagainya.
Di lain sisi kegiatan editing untuk sementara dihentikan. Karena setelah melakukan pengamatan dari tulisan yang telah dimuat di blog, ternyata hasilnya dianggap kurang memuaskan.
Teman-teman yang berada di Litbang juga tidak kalah pusingnya. Merekalah yang bertanggungjawab memberikan rekomendasi yang cocok dan inovatif tentang pengemasan media ini. Mereka melakukan usaha studi banding dengan mengumpulkan, mencari dan menganalisa media-media cetak baik harian, mingguan, dan bulanan yang setipe. Baik dari segi konten (muatan), gaya bahasa sampai pada layout-annya. Tapi tak mendapatkan hasil yang menggembirakan.
Hasil survei dan verifikasi juga tak membuahkan hasil. Redaksi tetap saja dihantui perasaan bingung luar biasa.
Hingga detik-detik menjelang deadline, redaksi pelaksana yang harus putar otak molak-malik. Karena tanggungjawab atas terpenuhinya redaksi menjadi hak miliknya. Baik penentuan tema, pembagian jumlah newsroom dan iklan. Dan jika perlu mengontrol tugas masing-masing redaksi.
Latar belakang, pengalaman dan lingkungan ternyata menjadi faktor penentu seseorang mengambil keputusan. Tapi juga tidak terlepas daripada situasi dan kondisi, serta kebutuhan.
Latar belakang dan pengalaman menjadi jurnalis kampus membawa pada keputusan untuk menyajikan media ini sesuai dengan perspektif masing-masing redaksi dan pembaca. Proses redaksi dibangun dengan asas kemitraan dan partisipatif antara redaksi dan pembaca.
Menurut redaksi pelaksana, nama rubrik sebaiknya menggunakan bahasa-bahasa yang tidak lazim (tidak formal), kalau bisa memakai bahasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pembaca. Secara psikologi massa orang akan merasa dekat karena ada kedekatan hubungan emosi.
“Sama pengalaman saya menetapkan nama rubrik dengan memakai kosakata nyleneh tapi cukup menggambarkan bahwa bacaan ini punya karakter dan mewakili mereka yang membacanya”.
Akhirnya untuk pertama kalinya Lenteramuda memakan korban masa lalu dari kehidupan redaksi pelaksana.
Dan insya Allah muatan tema dan penetapan rubrik ini mewakili karakter pembaca sekalian. Moga-moga edisi bulan Oktober redaksi mendapat santapan yang inovatif sekaligus menggelitik.
“Who gets what, when, how” tunggu kami.

1 komentar:

nasirsabb mengatakan...

The 3 Best Casinos in Las Vegas, NV - Mapyro
The 3 경기도 출장마사지 Best Casinos in Las Vegas, NV. The 3 Best Casinos in Las Vegas, NV. The 3 Best 원주 출장마사지 Casinos in 김포 출장샵 Las Vegas, 광주 출장마사지 NV. The 3 안성 출장마사지 Best Casinos in Las Vegas, NV.